Friday, May 09, 2008

SMS Santet dan Telpon Mematikan

Warga Nagan dalam tiga hari ini sejak senin 5 April 2008 sibuk dengan isu SMS santet dan Telpon mematikan via HP. Isu yang berkembang sangat detail, susah untuk tidak percaya. Semua sibuk memperingatkan kerabatnya untuk tidak menerima telpon masuk yang bergaris merah atau malahan jangan membuka HP sama sekali.
Bunyi SMSnya lebih kurang begini :
Kalo ada yang telpon yang NOMOR BERWARNA MERAH jgn diangkat karna bs MENELAN JIWA, hr ini sdh di siarkan di berita, terjadi di jakarta dan duri, dan SUDAH TERBUKTI, sekarang masih di usut oleh pihak KEPOLISIAN, dugaan sementara adalah kasus PEMBUNUHAN JARAK JAUH MELALUI TELPON GENGAM (HP) oleh DUKUN ILMU HITAM / si penelpon adalah ROH GENTAYANGAN yang mencari MANGSA, hrp di mengerti dan dikirim ke teman ato sodara ….. bla …. bla
Imbas dari SMS ini sangat cepat merasuk kedalam masyarakat yang belum begitu melek TI. dan bahkan semakin cepat walaupun kadang-kdang tak masuk akal. SMS berantai mengabarkan korban-korban dari SMS atau Telpon tersebut.
Ada isu di Keude Ubit desa Blang Panyang salah seorang warga yang sedang nongkrong di depan rumah Pak Bukhari ketika menerima telpon masuk ke HPnya langsung pingsan dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Ternyata ketika diselidiki lebih mendalam, orang tersebut diketahui menderita penyakit jantung. Ada dugaan dia shock berat akibat bertubi-tubinya SMS yang memberitahu tentang bahaya SMS Santet dan Telpon mematikan, dan dia langsung kolaps ketika menerima telpon masuk.
Salah satu kasus lagi yang terjadi di puskesmas Uteun Pulo Kec. Seunagan Timur, ada masuk satu pasien yang juga kolaps setelah menerima SMS yang masuk ke HP dia. Dan setelah diperiksa secara mendetil ternyata sang pasien ini menderita DBD. Kuat dugaaan dia juga tidak sanggup menahan emosi dan langsung menderita panas meninggi.
Sungguh cepat informasi yang berantai dari mulut ke mulut dan juga via sms ke sesama pemilik hp. dan tidak ada satu pihakpun yang memberi pengumuman tentang fenomena yang terjadi ini. Baik dari pihak pemerintah via dinas infokom maupun pihak swasta lainnya yang selama ini menggeluti isu tehnologi informatika (TI). Kemana pemerintah waktu ini, bagaimana sikap pemerintah tidak nampak tindakan yang berarti.
Padahal pemerintah pusat dan operator telekomunikasi sudah memberitahu via media cetak dan elektronik bahwa ini tidak benar. Dan ini adalah orang kerjaan orang-orang yang bermain di air keruh dan mengambil untung dari sisi ini. Dugaan para praktisi TI bahwa ini kampanye negative untuk mendongkrak pemasaran operator telekomunikasi dan juga untuk meningkatkan traffik SMS atau telpon pasca menurunnya laba bersih perusahaan akibat dari diturunkan tarif biaya telekomunikasi oleh pemerintah.

No comments: