Sunday, September 15, 2013

Juragan.. Juragan Lagi



Warga Nagan,

Juragan.... Juragan lagi. 

Sudah sebulan berita tentang Juragan terus berkibar dari Nagan Raya. Berbagai media cetak dan online terus memuat kelanjutan dari berita Juragan tersebut dan Salah satu media cetak lokal kembali memberitakan Juragan. Juragan yang diduga ikut dalam penganiayaan terhadap dua anak muda Riki dan Fadil beberapa waktu lalu telah membuat heboh seantero Nagan.

Penganiayaan Riki dan Fadil ini diduga berkaitan dengan istri Juragan, Maya PS. Mereka diduga pernah semobil bersama, sehingga ada dugaan bahwa centeng  Juragan melakukan penganiayaan terhadap kedua pemuda tersebut. Sudah ada beberapa yang ditangkap dan dijadikan tersangka. Belum terbukti memang, namun pengadilan akan lebih terbuka nantinya.

Kenapa Isu Juragan tak pernah berhenti. Terus menerus di update oleh wartawan sebuah media lokal yang berpengaruh, seperti juga yang terjadi pada hari ini (14/9/2013). Pihak Polres Nagan Raya telah menyerahkan kasus tersebut ke Polda Aceh. Dan tentu saja surat pemeriksaan terhadap Juragan juga harus diperbaharui.
Ampon hanya bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan kasus ini. Adakah yang masih tersembunyi dari kita publik umum ini. Kenapa isu ini terus berhembus kencang tanpa berhenti. Ada apa sebenarnya. Adakah pembunuhan karakter terhadap Juragan, yang notabenenya adalah ketua DPRK Nagan Raya. Ataukah memang Juragan terlibat dalam kasus ini. Wallahu’alam.

Namun tentunya sangat banyak kemungkinan-kemungkinan yang terus akan terjadi. Di Nagan akan terus berhembus isu tersebut semakin kencang. Sehingga persoalan mendasar Nagan Raya seperti terabaikan. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang menjadi ciri Nagan dalam beberapa waktu lalu dalam pemerintahannya terus terjadi dan tak terhentikan. Apalagi pemerintahan yang terpilih pada akhir 2012 juga masih tetap orang yang sama hanya ganti kulit saja. Akankah Nagan berubah, atau hanya dalee dengon peng griek?

Ayo berubah warga Nagan, Benahi Nagan. Jangan jadikan Nagan ajang cari duit dan sensasi bagi pihak yang ingin mengeruk keuntungan. Nagan sungguh terlalu besar dibandingkan petualang-petualang tersebut, yang tentunya akan tua nantinya. Saat itulah mereka akan menjadi pecundang. Maka kepada pejabat, janganlah menjadi pecundang ketika anda-anda mengisi hari tua. Sungguh ironi nantinya.

Ayoo..... warga Nagan, benahi Nagan.

Saturday, September 14, 2013

Dua Tahun Ampon Menyapa Nagan Lagi

Salam Warga Nagan,

Dua tahun tiga bulan sudah kita tak bersapa. Apa kabar?
Wah.... sangat banyak ya berita yang beredar di Nagan kita yang tercinta. Mohon maaf untuk warga Nagan, Ampon tidak bersapa selama ini. Ampon sibuk? ya... Sangat sibuk. Akan tetapi Ampon memang sudah bosan dengan suasana itu-itu saja. terakhir Ampon sapa. Nagan masih tetap seperti sedia kala.

Ampon hanya bisa berjanji bahwa Ampon akan sering-sering menyapa warga Nagan. Tentu dengan isu baru yang beredar. Ampon akan sering-sering mengabari warga Nagan dalam sudut pandang Ampon.
Jadi mohon agar isu-isu yang beredar teruslah diupdate ya.

Benahi terus Nagan Kita

Friday, March 05, 2010

Tiada judul - sapaan saja

Salam warga Nagan,

Apa kabar semua warga Nagan. sudah lama Ampon tidak menulis di blog kita ini. bukan Ampon malas menjumpai warga Nagan, tetapi Ampon terjelang dengan kebosanan yang mendera parah. sehingga setahun sudah Ampon tidak menyapa warga Nagan. Sungguh waktu yang lama.

Apalagi Ampon melihat tiada isu yang berkembang dengan wah. sehingga Ampon tiada latah untuk mengomentarinya. Dan inilah alasan utama bagi Ampon tiada menjumpai semua warga Nagan lewat dunia maya.

Warga Nagan, ampon juga bingung kenapa warga Nagan semakin berkurang kritisnya. Apakah tiada lagi orang yang berani untuk kritis terhadap kebijakan pemerintah di Nagan Raya. Ampon bertanya itu di dalam hati. Kemana hampir 100 ribu warga Nagan?? Apakah kebijakan terhadap publik memang bisa dinikmati oleh semua pihak. Ataukah tekanan terhadap publik untuk bersuara sangat besar.

Ada memang selentingan kabar yang Ampon dengar bahwa pembungkaman terhadap kekritisan seorang aktivis di Nagan Raya agar jangan sering berkomentar dan mengancam bila ada komentar yang tidak jelas akan berhubungan dengan dia. ini dilakukan oleh pimpinan dewan setempat. Ampon tidak yakin apa kabar ini benar atau tidak. Tapi yang terjadi sang aktivis tersebut menjadi cooling down terhadap kejadian di nagan Raya.

Ampon sangat menyadari hal itu merupakan tidak etis. Bahwa fungsi dewan adalah salah satu memonitor dan mengevaluasi kebijakan yang terjadi di Nagan Raya. Namun yang terjadi adalah pembungkaman kekritisan rakyat. sungguh ironi.

Ayo warga Nagan... bangkit. Kritislah terhadap pembangunan dan kebijakan dari pemerintah daerah sehingga Nagan semakin jaya..

Monday, April 13, 2009

Ulama yang Terus eksis di Mata Masyarakat

Dear Ampon,
Berikut ilustrasi bagaimana para ulama zaman dahulu bisa terus eksis dan pamornya tidak pernah turun di mata masyarakat. Semoga dengan tulisan ini bisa menggugah para ulama petualang yang telah meninggalkan komunitas dan umatnya. Semoga...

Ampon hanya menggugah, bukan mencerca para ulama Nagan Raya atau yang mengaku ulama (teungku) yang lebih dekat dengan penguasa. Sehingga masyarakat semakin tidak punya pegangan lagi. Kalau begitu Nagan Raya akan semakin terpuruk dengan kondisi yang seperti selama ini.

Berikut Ampon materi yang dipetik dari situ Hidayatullah.com

Imam Malik (179 H ) diminta oleh Khalifah Harun Ar Rasyid untuk berkunjung ke istana dan mengajar hadits kepadanya. Tidak hanya menolak datang, ulama yang bergelar Imam Dar Al Hijrah itu malah meminta agar khalifah yang datang sendiri ke rumah beliau untuk belajar,”Wahai Amiul Mukminin, ilmu itu didatangi, tidak mendatangi.”

Akhirnya, mau tidak mau, Harun Ar Rasyidlah yang datang kepada Imam Malik untuk belajar. Demikianlah sikap Imam Malik ketika berhadapan dengan penguasa yang adil sekalipun semisal Ar Rasyid. Ia diperlakukan sama dengan para pencari ilmu lainnya walau dari kalangan rakyat jelata. Selain itu, para ulama menilai, bahwa kedekatan dengan penguasa bisa menimbulkan banyak fitnah. Kisah ini termaktub dalam Adab As Syari’iyah (2/52).

Tidak hanya Imam Malik, yang memperlakukan Ar Rasyid demikian, para ulama lainnya pun memiliki sikap yang sama. Suatu saat Ar Rasyid pernah meminta kepada Abu Yusuf, qadhi negara waktu itu, untuk mengundang para ulama hadits agar mengajar hadits di istananya.

Tidak ada yang merespon undangan itu, kacuali dua ulama, yakni Abdullah bin Idris 92 H) dan Isa bin Yunus (86 H), mereka bersedia mengajarkan hadits, itupun harus dengan syarat, yakni belajar harus dilaksanakan di rumah mereka, tidak di istana. Akhirnya kedua putra Ar Rasyid, Al Amin dan Al Makmun mendatangi rumah Abdullah bin Idris. Di sana mereka berdua mendapatkan seratus hadits. Setelah itu, mereka berangkat menuju rumah Isa bin Yunus. Sebagai ”ucapan terima kasih”, Al Makmun memberikan 10 ribu dirham. Tapi Isa bin Yunus menolak, dan mengatakan,”Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tidak untuk mendapatkan apa-apa, walau hanya segelas air untuk minum”

Sedangkan Abu Hazim (140 H), ulama di masa tabi’in, pernah menyatakan, bahwa di masa sebelum baliau, jika umara mengundang ulama, ulama tidak mendatanginya. Jika umara memberi, ulama tidak menerima. Jika mereka memohonnya, mereka tidak menuruti. Akhirnya, para penguasa yang mendatangi ulama di rumah-rumah mereka untuk bertanya. (Riwayat Abu Nu’aim).

Kedekatan ulama dengan penguasa merupakan seuatu hal yang dianggap sebagai aib oleh para ulama saat itu.Bahkan Abu Hazim mengatakan,”Sebaik-baik umara, adalah mereka yang mendatangi ulama dan seburuk-buruk ulama adalah mereka yang mencintai penguasa.”

Selain Abu Hazim, Wahab bin Munabih (110 H), ulama dari kalangan tabi’in juga pernah menyatakan agar para ulama menghindari pintu-pintu para penguasa, karena di pintu-pintu mereka itu ada fitnah, ”Kau tidak akan memperoleh dunia mereka, kecuali setelah mereka membuat mushibah pada agamamu.” (Riwayat Abu Nu’aim).

Para ulama bersikap demikian, karena keakraban dengan penguasa bisa menyebabkan sang ulama kehilangan keikhlasan, karena ketika mereka mendapatkan imbalan dari apa yang mereka berikan kepada penguasa, maka hal itu bisa menimbulkan perasaan ujub, atau kehilangan wibawa di hadapan penguasa. Ujung-ujungnya, mereka tak mampu lagi melakukan amar ma’ruf nahi mungkar, jika para penguasa melakukan kesalahan.

Inilah yang sejak awal sudah diperingatkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam (SAW), beliau telah bersabda, ”Barang siapa tinggal di padang pasir, dia kekeringan. Barang siapa mengikuti buruan ia lalai. Dan barang siapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa, maka ia terkena fitnah. (Riwayat Ahmad)

Source : Hidayatullah.com

Wednesday, February 18, 2009

Kemewahan yang Terus Didewakan Pemkab Nagan

Media Serambi Indonesia hari ini, Rabu 18 Februari 2009 memuat iklan pelelangan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintahan Nagan Raya pada halaman 12.

Sungguh ironi, disaat krisis global yang terus mendera, kemiskinan secara sistematis terhampar di depan mata. Pemerintah Nagan Raya masih tetap melakukan pengadaan barang mewah. Pembelian Mobil Toyota Prado dengan pagu anggaran Rp. 823.000.000.- (delapan ratus dua puluh tiga juta rupiah) sungguh menistakan keinginan rakyat, agar pemerintah lebih memperhatikan perekonomian rakyat.

Sementara di sisi lain Aceh Barat pada harian yang sama menyebutkan bahwa akan memiliki pabrik minyak kelapa, suatu kebutuhan langsung yang dibutuhkan oleh rakyat ketika harga minyak goreng semakin tinggi. Tapi sekali lagi pemerintah Nagan Raya tidak bergeming dan lebih memiliki hati. Padahal dengan dibangun fasilitas serupa PAD (Pendapatan Asli Daerah) akan semakin meningkat.

Coba bayangkan, berapa orang yang bisa dibantu bila dibagi rata untuk pemberian modal usaha per orang Rp. 2,5 juta? Berapa keluarga yang meningkat pendapatannya? Berapa anak sekolah yang bisa melanjutkan pendidikannya. Dan berapa banyak uang bisa berputar di seluruh Nagan Raya dan hasil akhirnya meningkatkan hargat ekonomi daerah itu sendiri.

Dana itu katanya untuk mobil operasional, tapi berapa tahun sekali sih harus berganti mobil terus. Aburizal Bakri saja sebagai orang terkaya Indonesia jarang berganti mobil setahun sekali. Apakah pejabat-pejabat level kabupaten akan menjadi raja-raja kecil yang harus berbeda status dengan rakyatnya? Toyota Prado adalah mobil mewah, tidak sepantasnya mobil seharga itu menjadi mobil operasional seorang penjabat yang notabenenya pelayan masyarakat.

Ayoo.... Bangkit Nagan, benahi ketidakadilan ini...

Thursday, January 29, 2009

Minyak Goreng Murah ... MinyaKita Diluncurkan

Salam warga Nagan, dari Jakarta kemarin tanggal 28 Januari 2009 diberitakan bahwa pemerintah meluncurkan produk minyak murah yang didukung dan di produksi oleh 24 produsen (pabrik) minyak goreng nasional. Berikut Ampon kutip dari (ANTARA News) :

"Minyak kemasan ini diharapkan bisa segera menjaga stabilitas harga minyak goreng di pasar dalam negeri, meningkatkan higienitas, dan mendorong pengembangan industri kemasan dalam negeri untuk melayani masyarakat luas, bukan saja konsumen di ritel moderen,"kata Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat peluncuran MINYAKITA di Kelurahan Duren Sawit , Jakarta Timur, Rabu.

Menurut Mendag, selama bulan Januari ini produksi MINYAKITA ditargetkan mencapai 250 ton dan seterusnya ditargetkan mencapai 4.500 ton per bulan.

"Setelah peluncuran di Jakarta, MINYAKITA akan mulai beredar lebih luas secara bertahap pada Februari 2009 ini,"ujarnya.

Mendag mengatakan MINYAKITA saat ini dijual dengan harga Rp6.000 per liter berbarengan dengan program tanggung jawab sosial perusahaan minyak goreng yang ditargetkan sebesar 1.000 ton sebulan untuk kemasan komersial.

Sementara harga di pasar tradisional ditargetkan Rp300-500 per liter di atas minyak goreng curah karena sudah dikemas. Meskipun demikian harga MINYAKITA dipastikan Rp2.000-Rp3.000 per liter di bawah minyak goreng kemasan premium.

"Selain menstabilkan harga minyak goreng kemasan premium yang dijual di pasaran, MINYAKITA diharapkan mampu menjangkau 18,2 juta rumah tangga berpenghasilan
rendah,"ujar Mari.

Lebih jauh Mendag mengharapkan stabilitas harga minyakgoreng akan turut mengendalikan harga delapan kebutuhan pokok lainnya.

Peluncuran dilakukan di 10 kelurahan di ibukota yaitu Kelurahan Kebon Bawang, Koja, Kedoya Utara, Kali Anyar, Pegangsaan, Kwitang, Duren sawit, Rawa Terate, Bukit Duri, dan Pela Mampang.

Pada peluncuran ini, setiap produsen minyak goreng menyediakan 5.000 liter untuk setiap lokasi dengan target dua liter untuk 2.500 rumah tangga.

MINYAKITA merupakan minyak goreng merek pemerintah yang dapat digunakan oleh produsen minyak goreng secara sukarela. Penggunaan merek tersebut diatur dengan Permendag No.02/M-DAG/PER/1/2009.

Pemerintah telah mengalokasikan Rp800 miliar untuk enanggung Pajak Pertambahan Nilai (PPNDTP) MINYAKITA dan minyak curah.

Horee...MinyakKita mulai diuncurkan.

Catatan Ampon: Ya... semoga ini bukan hanya kampanye politik SBY semata, dan bisa langgeng sepanjang zaman. Hidup Pemerintah....

Wednesday, January 28, 2009

Fatwa Haram Rokok dan Kenaikan Cukai Rokok

Ini menjadi berita buruk bagi pecandu rokok Nagan Raya. Ada dua berita besar yang kita baca di koran dan kota lihat lewat media Televisi. Dan kedua berita besar ini menjadi headline surat kabar dan televisi nasional.

Yang pertama kita bahas dulu hasil Munas MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang berhasil menuntaskan munas mereka dua hari yang lalu dan melakukan beberapa buah fatwa diantaranya:
  1. Fatwa tentang Rokok Haram; fatwa ini lebih dikhususkan bagi Ibu Hamil dan anak-anak yang mengalami atau mau menjadi pecandu rokok.
  2. Fatwa Tentang Pemilu; yaitu haram hukumnya bagi pemilih yang memilih golput. Umat Islam wajib memilih pilihan dari partai Islam dan yang menjunjung ajaran Islam.
  3. Fatwa tentang Aborsi; Bagi korban perkosaan boleh melakukan aborsi bila menganggap itu menjadi beban bagi dia.
Itu tiga fatwa yang paling mendasar yang berhasil dikeluarkan oleh Munas MUI. Dan implikasi tersebut bahwa jelas, bagi perokok terutama anak-anak dan wanita hamil bila masih tetap melakukannya masih dia melakukan dosa besar. Ini menjadi pukulan berat bagi perokok. Namun Ampon masih merasa bahwa MUI juga berada dibawah tekanan oleh produsen rokok karena tidak mengeluarkan fatwa haram merokok bagi semua orang. Sebuah keputusan yang dilematis.

Dan satu lagi yang menjadi pukulan yang berat bagi perokok adalah rencana kenaikan cukai rokok oleh pemerintah. Pemerintah telah menghitung kenaikan tersebut dan paling sedikit naiknya menurut salah seorang anggota DPRRI adalah 7 %. Tapi biasanya ketetapan pemerintah akan melebihi dari 7 %.

Ini menjadi dua pukulan Hook dan upper cut sekaligus bagi pecandu rokok di Indonesia terutama di Nagan Raya. Saran Ampon, bagi perokok mohon segera meninggalkan kesia-siaan ini. Sudah banyak korban akibat rokok. Namun yang terjadi rokok semakin laku saja.

Bravo MUI dan Pemerintah.