Saturday, December 19, 2015

Tambang Emas di Nagan Raya

Nagan Raya adalah sebuah kabupaten yang sangat kaya dengan sumber daya alam, disamping usaha perkebunan yang sudah duluan ada. Sepuluh tahun terakhir usaha tambang kembali menggeliat dengan sukses. Banyak peluang usaha tambang sudah dibuka di Nagan Raya. Pengelolaan tambang di Nagan Raya ada yang dikelola oleh perusahaan besar ada juga usaha yang dikelola oleh rakyat.

Usaha tambang yang membutuhkan sumber dana besar, seperti batu bara dikelola oleh perusahaan besar dari luar Aceh, dan usaha ini sudah berkembang. Walaupun saat ini usaha tambang batu bara ini dalam suasana yang kritis karena harga batu bara yang sangat rendah, namun usaha ini masih menjadi primadona bagi perusahaan luar Aceh.

Sementara usaha tambang skala kecil banyak yang dikelola oleh putera lokal Nagan Raya seperti usaha tambang emas. Usaha-usaha ini banyak dikelola oleh orang-orang lokal, mulai dari pemilik alat berat sampai pada buruhnya. Hampir semua adalah orang lokal Nagan Raya.

Krueng Cut Kecamatan Beutong merupakan kawasan yang sangat terkenal bagi penambang emas dari rakyat kebanyakan ini, usaha di wilayah ini sudah timbul tenggelam. Era 80-an Krueng Cut sudah pernah dieksplorasi oleh pengusaha dari luar Aceh. Namun entah kenapa pengusaha ini tidak berlanjut. Era sebelum konflik 90-an juga tambang emas dikawasan ini sangat ramai, seiring konflik Aceh mulai terjadi. Perlahan-lahan perusahaan tambang emas lewat koperasi ini, mati secara perlahan-lahan.

Akhir 2014 dan awal tahun 2015 Krueng Cut mulai menggeliat kembali, dengan kembalinya penambang-penambang rakyat yang menggunakan alat berat. Krueng Cut kawasan yang hampir mati selama konflik tiba-tiba ramai lagi. Banyak penambang berdatangan terutama penduduk sekitar. Alat-alat berat di kawasan ini hidup siang dan malam, demi bergram-gram emas.

Banyak yang kaya mendadak bila kawasan tambang yang dia kelola memperoleh hasil yang bagus, namun tidak sedikit yang tidak berhasil hanya impas-impas modal usaha.

Tiba-tiba datang khabar lewat media lokal bahwa penambangan liar di Kawasan Krueng Cut digerebek oleh polisi dengan melakukan penyitaan alat berat jenis Beko (eskavator). 7 buah beko disita pada tanggal 3 November 2015 lalu. kemudian ada khabar dikeluarkannya edaran dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya yang melarang penambangan di kawasan ini. Kawasan ini ditutup karena tidak ada perizinan. Apakah ini menjadi awal dari matinya kawasan ini kembali? 

Ternyata tidak, masih banyak warga yang sampai sekarang yang tetap menambang emas baik secara tradisional maupun modern lewat alat berat di kawasan ini. Semoga Pemda mau mencari solusi untuk penambang-penambang ini, apakah dengan melegalkan lalu melakukan kutipan pajak. ataukah cara elegan lainnya. Sehingga perekonomian Nagan Raya bisa bergairah kembali. Tentunya kutipan-kutipan ilegal dihindari oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga PAD daerah Nagan Raya bisa bertambah banyak.

Ayo Nagan Raya bangkitlah, gairahkan perekonomian rakyat.


Kenapa Garuda Indonesia Menutup Rute Nagan Raya?

Dear warga Nagan,

Masih ingatkan warga Nagan bahwa Garuda Indonesia Airways (GIA) pernah membuka rute penerbangan Kuala Namu Medan - Nagan Raya. Tanggal 2 Februari 2015 merupakan hari pertama pesawat garuda mendarat di lapangan terbang yang kita cintai itu. 

Sesuai dengan rilis dari Garuda bahwa penerbangan ini dilayani sebanyak 4 kali penerbangan dalam seminggu, yaitu Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu. Kode penerbangan pesawat yakni GA 7122 yang berangkat dari Kuala Namu Medan pukul 08.50 dan tiba di Bandara Nagan Raya pada pukul 09.50 WIB.
Kemudian, berangkat kembali dari Nagan Raya (Meulaboh) dengan GA 7123 pada pukul 10.20 WIB dan tiba di Kuala Namu pada pukul 11.25 WIB.GA 7123 pada pukul 10.20 WIB dan tiba di Kuala Namu pada pukul 11.25 WIB.

Namun yang menjadi pertanyaan Ampon, kemana Garuda Indonesia tersebut sekarang, kenapa hanya melayani penerbangan kurang lebih sebulan saja mereka menjalani pelayanannya di Nagan Raya. Apakah kurangnya antusiasme masyarakat dalam menggunakan fasilitas dari Garuda ini, ataukah ada unsur lain. 

Banyak pertanyaan yang muncul ke permukaan, namun tidak ada jawaban yang pasti. Dari isu dan kabar burung yang berkembang, ampon mendengar bahwa Garuda ditekan oleh pihak pemerintah Nagan Raya dalam hal ini Bupati Nagan Raya pada Garuda agar menggunakan fasilitas dan membuka kantor di Nagan Raya. sementara Garuda sebelum melayani penerbangan sudah membuka kantor di Meulaboh tepatnya di komplek Hotel Tiara Meulaboh.

Garuda kabarnya sudah mau menggunakan fasilitas hotel di Nagan Raya namun soal kantor tidak lagi bisa membuka di Nagan Raya, termasuk fasilitas snack yang sudah dilakukan kontrak dengan sebuah usaha di Meulaboh tidak mungkin dibatalkan lagi, Garuda menganggap persoalan bisnis dan plus minus lainnya. 
dari persoalan-persoalan tersebut terus lahir perseoalan baru lainnya, sehingga tidak ada kesepakatan yang bisa ditengahi antara Garuda dan Pemerintah Nagan Raya mengakibatkan penutupan izin layanan Garuda di Nagan Raya. Dan keputusan akhir adalah layanan Garuda ditutup. 

Itulah isu yang Ampon dengar, Apakah isu ini benar adanya? wallahualam. Hanya kedua pihak yang mengetahui.

Namun terlepas dari persoalan ini, bagi Ampon dan masyarakat pengguna jasa layanan penerbangan lainnya. Ini merupakan kesalahan fatal dan kerugian besar bagi Nagan Raya dan kawasan. Karena Garuda adalah salah satu perusahaan penerbangan terpercaya di dunia. Mereka tidak mau rugi. Dan bagi Nagan Raya sendiri, ini mengembalikan diri ke daerah yang tertutup dari akses luar. Padahal dengan banyaknya penerbangan akan memudahkan orang untuk mengunjungi suatu kawasan, seperti Nagan Raya yang sedang membangun ini.

Ampon dan Warga Nagan sangat menginginkan pemerintah mau lebih terbuka dalam berbisnis, jangan hanya karena kepentingan pribadi yang tidak bisa diakses, kepentingan orang banyak dikaburkan. Ayoooo.... Pemerintah Nagan Raya... berubahlah... Dunia semakin terbuka, jangan menutup diri.

Banjir dan Rehabilitasi Nagan Raya Segera Pulih

Salam warga Nagan,

Lebih setahun Ampon tidak menyapa warga Nagan, sangking sibuknya ampon tidak sempat menyapa seluruh warga Nagan yang ampon cintai. Posting terkahir ampon adalah tentang banjir, dan hari ini 19 Desember 2015 Ampon hadir kembali untuk warga Nagan dengan posting mengenai banjir Nagan Raya lagi.

Ampon mengalami masa-masa sulit dalam minggu-minggu terakhir dengan kondisi Nagan yang diterpa banjir parah. Krueng Nagan, Krueng Tadu dan Krueng Tripa meluap menyapa kita dengan kemarahannya. Sehingga membuat banyak warga yang tidak berdosa mengalami musibah lahir dan batin yang sangat banyak dan besar. Warga Nagan yang tinggal di pinggir atau bantaran ketiga krueng tersebut banyak yang harus mengungsi meninggalkan rumah dan harta benda mereka. Ketika kembali mereka harus melihat kerusakan yang diakibatkan oleh banjir sangat parah dan melelahkan untuk melakukan pembersihan.

Apakah ini adalah dosa tahunan yang harus diterima oleh warga Nagan. ini pertanyaan yang menarik untuk kita jawab terhadap tanggung jawab pemerintah sebagai pelindung warga. kemana pemerintah sebelum musibah ini terjadi, apakah hanya cukup dengan sekotak indomie ketika musibah ini datang tidak cukup boss.

Kemana tanggung jawab pemerintah selama ini yang memberi izin atau pembiaran terhadap perkebunan yang tidak memohon izin pembukaan lahan sawit atau perambahan hutan yang tidak bertanggung jawab tersebut. Kemana pemerintah Nagan Raya yang sudah kita beri mandat itu. Cukup panjang dan melelahkan untuk mencari jawaban yang sudah pasti kita tahu tidak akan pernah ada jawaban yang memuaskan dari pemerintah kita.

Sekarang yang menjadi persoalan yang harus segera kita jawab adalah bagaimana proses rehabilitasi terhadap warga yang terkena musibah ini. bagaimana penanganannya. Kemana pemerintah pasca banjir terjadi, apakah cukup hanya masa panik saja pemerintah Nagan Raya hadir dan datang menjenguk? Tidak bos.

Banyak yang harus dilakukan. mari kita memberi saran yang membangun kemana pemerintah agar ikut terlibat dalam rehabilitasi pasca banjir Nagan ini, sehingga musibah serupa, masyarakat bisa survive dalam menghadapinya nanti. Agar Nagan Raya bisa cepat pulih dan bangkit.

Bangun.... Bangun Nagan Raya yang tercinta. Jangan hanya bermimpi lagi. Tebarkan semangatmu untuk membangun Nagan Raya menuju kabupaten yang mandiri dan maju. Buka hanya penghargaan dari lembaga swasta atau pemerintah saja. Tapi realitanya yang dibutuhkan rakyatmu yang harus terus berharap.




Monday, November 03, 2014

Banjir

Dear Warga Nagan, Apa kabar? Lama tidak bersua lewat media yang ampuh ini. Semoga kita selalu sehat dan bahagia. Tapi kita tahun sebahagian warga Nagan sekarang sedang mengalami musibah tahunan. Hujan dan Banjir.
Musim hujan sedang melanda Nagan Raya dan Aceh secara keseluruhan. Dan ini pertanda bahaya banjir juga akan menimpa kita. Sudah dua hari belakangan hujan terus mendera siang dan malam di wilayah kita ini. Dan Sabtu sore 1 November 2014 sudah ada tanda-tanda banjir akan datang.
Ternyata prediksi ini benar adanya, Wilayah bantaran Krueng Inong/Nagan sudah meluap sampai ke perkampungan. Begitu juga dengan Krueng Tripa, air juga sudah mulai meluap ke perkampungan warga. Semoga banjir ini cepat surut dan warga bisa bebas kembali.
Namun langit masih menghitam, pertanda hujan hanya mereda sebentar. Warga dan pemerintah harus siap-siap untuk proses tindak lanjut. Agar tidak ada korban jiwa dan harta benda.
Jalan nasional di seputaran Langkak sampai Simpang Lhee Seunagan juga kabarnya mulai naik ke badan jalan. Sehingga mengganggu jalannya para pengguna jalan. Jangan sampai kita mengalami musibah longsor seperti di Meulaboh - Aceh, di wilayah pegunungan, Geurutee, Paro dan Kulu. Semoga.
Salam damai selalu.

Sunday, September 15, 2013

Juragan.. Juragan Lagi



Warga Nagan,

Juragan.... Juragan lagi. 

Sudah sebulan berita tentang Juragan terus berkibar dari Nagan Raya. Berbagai media cetak dan online terus memuat kelanjutan dari berita Juragan tersebut dan Salah satu media cetak lokal kembali memberitakan Juragan. Juragan yang diduga ikut dalam penganiayaan terhadap dua anak muda Riki dan Fadil beberapa waktu lalu telah membuat heboh seantero Nagan.

Penganiayaan Riki dan Fadil ini diduga berkaitan dengan istri Juragan, Maya PS. Mereka diduga pernah semobil bersama, sehingga ada dugaan bahwa centeng  Juragan melakukan penganiayaan terhadap kedua pemuda tersebut. Sudah ada beberapa yang ditangkap dan dijadikan tersangka. Belum terbukti memang, namun pengadilan akan lebih terbuka nantinya.

Kenapa Isu Juragan tak pernah berhenti. Terus menerus di update oleh wartawan sebuah media lokal yang berpengaruh, seperti juga yang terjadi pada hari ini (14/9/2013). Pihak Polres Nagan Raya telah menyerahkan kasus tersebut ke Polda Aceh. Dan tentu saja surat pemeriksaan terhadap Juragan juga harus diperbaharui.
Ampon hanya bertanya-tanya, ada apa sebenarnya dengan kasus ini. Adakah yang masih tersembunyi dari kita publik umum ini. Kenapa isu ini terus berhembus kencang tanpa berhenti. Ada apa sebenarnya. Adakah pembunuhan karakter terhadap Juragan, yang notabenenya adalah ketua DPRK Nagan Raya. Ataukah memang Juragan terlibat dalam kasus ini. Wallahu’alam.

Namun tentunya sangat banyak kemungkinan-kemungkinan yang terus akan terjadi. Di Nagan akan terus berhembus isu tersebut semakin kencang. Sehingga persoalan mendasar Nagan Raya seperti terabaikan. Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang menjadi ciri Nagan dalam beberapa waktu lalu dalam pemerintahannya terus terjadi dan tak terhentikan. Apalagi pemerintahan yang terpilih pada akhir 2012 juga masih tetap orang yang sama hanya ganti kulit saja. Akankah Nagan berubah, atau hanya dalee dengon peng griek?

Ayo berubah warga Nagan, Benahi Nagan. Jangan jadikan Nagan ajang cari duit dan sensasi bagi pihak yang ingin mengeruk keuntungan. Nagan sungguh terlalu besar dibandingkan petualang-petualang tersebut, yang tentunya akan tua nantinya. Saat itulah mereka akan menjadi pecundang. Maka kepada pejabat, janganlah menjadi pecundang ketika anda-anda mengisi hari tua. Sungguh ironi nantinya.

Ayoo..... warga Nagan, benahi Nagan.

Saturday, September 14, 2013

Dua Tahun Ampon Menyapa Nagan Lagi

Salam Warga Nagan,

Dua tahun tiga bulan sudah kita tak bersapa. Apa kabar?
Wah.... sangat banyak ya berita yang beredar di Nagan kita yang tercinta. Mohon maaf untuk warga Nagan, Ampon tidak bersapa selama ini. Ampon sibuk? ya... Sangat sibuk. Akan tetapi Ampon memang sudah bosan dengan suasana itu-itu saja. terakhir Ampon sapa. Nagan masih tetap seperti sedia kala.

Ampon hanya bisa berjanji bahwa Ampon akan sering-sering menyapa warga Nagan. Tentu dengan isu baru yang beredar. Ampon akan sering-sering mengabari warga Nagan dalam sudut pandang Ampon.
Jadi mohon agar isu-isu yang beredar teruslah diupdate ya.

Benahi terus Nagan Kita

Friday, March 05, 2010

Tiada judul - sapaan saja

Salam warga Nagan,

Apa kabar semua warga Nagan. sudah lama Ampon tidak menulis di blog kita ini. bukan Ampon malas menjumpai warga Nagan, tetapi Ampon terjelang dengan kebosanan yang mendera parah. sehingga setahun sudah Ampon tidak menyapa warga Nagan. Sungguh waktu yang lama.

Apalagi Ampon melihat tiada isu yang berkembang dengan wah. sehingga Ampon tiada latah untuk mengomentarinya. Dan inilah alasan utama bagi Ampon tiada menjumpai semua warga Nagan lewat dunia maya.

Warga Nagan, ampon juga bingung kenapa warga Nagan semakin berkurang kritisnya. Apakah tiada lagi orang yang berani untuk kritis terhadap kebijakan pemerintah di Nagan Raya. Ampon bertanya itu di dalam hati. Kemana hampir 100 ribu warga Nagan?? Apakah kebijakan terhadap publik memang bisa dinikmati oleh semua pihak. Ataukah tekanan terhadap publik untuk bersuara sangat besar.

Ada memang selentingan kabar yang Ampon dengar bahwa pembungkaman terhadap kekritisan seorang aktivis di Nagan Raya agar jangan sering berkomentar dan mengancam bila ada komentar yang tidak jelas akan berhubungan dengan dia. ini dilakukan oleh pimpinan dewan setempat. Ampon tidak yakin apa kabar ini benar atau tidak. Tapi yang terjadi sang aktivis tersebut menjadi cooling down terhadap kejadian di nagan Raya.

Ampon sangat menyadari hal itu merupakan tidak etis. Bahwa fungsi dewan adalah salah satu memonitor dan mengevaluasi kebijakan yang terjadi di Nagan Raya. Namun yang terjadi adalah pembungkaman kekritisan rakyat. sungguh ironi.

Ayo warga Nagan... bangkit. Kritislah terhadap pembangunan dan kebijakan dari pemerintah daerah sehingga Nagan semakin jaya..